Home , → Napoli di Bawah Rezim Corrado Ferlaino

Napoli di Bawah Rezim Corrado Ferlaino

Minggu, 13 Oktober 2013
  • Maradona saat berkostum Napoli pada 1990 silam. (Getty Images/Simon Bruty)



    Ditulis oleh: Galih Satrio Pinandito

    Pada suatu hari di musim panas 1984, di sebuah kota pelabuhan di kawasan Mediterania, keputusan Corrado Ferlaino untuk mendatangkan seorang pemuda berusia 24 tahun asal Argentina mengubah suasana kota tersebut dalam beberapa tahun setelahnya. Adalah Diego Armando Maradona, nama sang pemuda yang diboyong oleh Napoli dari Barcelona dengan  mahar senilai 6,9 juta poundsterling dan memecahkan rekor transfer dunia kala itu. 

    Ferlaino yang menjabat posisi sebagai presiden klub, membuat keputusan itu setelah pada musim 1983/84 Napoli hampir terdegradasi ke Serie B. Klub yang bermarkas di stadion San Paolo ini menempati posisi ke 12 dari 16 peserta Liga Italia Serie A musim 1983/84 dengan mengoleksi 26 poin dari 30 pertandingan dan hanya berselisih 1 poin dari tim yang akhirnya terdegradasi saat itu, Genoa. 

    Ferlaino adalah sosok yang ambisius. Ia memimpin Napoli sejak 1969 hingga 1993 (hanya diselangi oleh Ettore Sacchi & Marino Brancaccio masing masing

    dari Napoli di Bawah Rezim Corrado Ferlaino
  • Totti dan Alessandro Florenzi (tengah/atas). (Getty Images/Claudio Villa)



    Ditulis oleh: Yoga Cholandha 

    Kedua tim bertemu Sabtu (5/10) lalu sebagai dua tim paling diantisipasi kiprahnya di Serie A. Keduanya sedang panas-panasnya dan dianggap sebagai kandidat kuat penantang gelar juara bersama Juventus serta Napoli. Internazionale di bawah Walter Mazzarri musim ini mampu menunjukkan permainan yang sangat Walter Mazzarri: agresif, penuh tenaga dan tahu bagaimana caranya menang. Sementara itu, lawannya, Roma yang kini diasuh oleh Rudi Garcia memiliki kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. 

    Hasil akhir di papan skor memang menunjukkan kemenangan yang cukup telak untuk Roma. Menang dengan skor 3-0 di kandang lawan, apalagi di Giuseppe Meazza bukan perkara mudah bagi tim manapun. Roma sendiri tidak mendapatkan kemenangan ini dengan mudah. Mereka harus pintar-pintar menutup celah bagi serangan Internazionale untuk kemudian melancarkan serangan balik yang cepat, efisien dan mematikan. 

    Gol Alessandro Florenzi di menit ke 44 adalah bukti paling kentara bagaimana

    dari Pertandingan Pilihan Pekan Ini: Terisolasinya Wing-Back dan Penyerang Inter serta Serangan Balik Roma yang Mematikan

Tag »

0 Komentar Untuk "Napoli di Bawah Rezim Corrado Ferlaino"